rifai mencari cinta

Jumat, 29 Oktober 2010

Deteksi Dini Psikopat

Ternyata tidak semua pembunuh adalah psikopat dan tidak semua psikopat pembunuh. Sebenarnya lebih banyak lagi psikopat yang berkeliaran dan hidup di tengah-tengah masyarakat, bukan sebagai pelaku kriminal. Selama ini mungkin tidak disadari psikopat ada di sekitar kita. Apakah dia tetangga, teman kerja atau bahkan pasangan serta anggota keluarga. Penyimpangan perilaku itu adalah sikap egois, tidak pernah mengakui kesalahan bahkan selalu mengulangi kesalahan, tidak memiliki empati, dan tidak punya hati nurani. Bila itu semua ada, kecurigaan adanya psikopat layak diberikan.





Penelitian menunjukkan bahwa psikopat berkaitan dengan genetik, gangguan fungsi otak, dan lingkungan. Mengingat dampak yang terjadi sangat besar dan berbahaya, maka harus diupayakan tindakan pencegahannya. Namun, pencegahan lebih sulit dilakukan karena faktor penyebab psikopat sendiri hingga saat ini masih belum dapat diungkapkan secara jelas. Karenanya, tindak pencegahan optimal yang dapat dilakukan sejauh ini adalah sebatas mengenali faktor risiko sejak dini.



PRIBADI DISSOSIAL



Psikopat berasal dari kata psyche yang berarti jiwa dan pathos yang berarti penyakit. Maksudnya, psikopat adalah suatu gejala kelainan yang sejak dulu dianggap berbahaya dan mengganggu masyarakat. Namun, istilah psikopat yang sudah sangat dikenal masyarakat justru tidak ditemukan dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder (DSM) IV. Artinya, psikopat tidak tercantum dalam daftar penyakit, gangguan atau kelainan jiwa di lingkungan ahli kedokteran jiwa Amerika Serikat. Psikopat dalam kedokteran jiwa masuk dalam klasifikasi gangguan kepribadian dissosial. Selain psikopatik, ada gangguan antisosial, asosial, dan amoral yang masuk dalam klasifikasi gangguan kepribadian dissosial tadi.





Psikopat tak sama dengan skizofrenia, karena seorang psikopat sadar penuh atas perbuatannya. Gejalanya sendiri sering disebut dengan psikopati, pengidapnya sering kali disebut "orang gila tanpa gangguan mental". Menurut penelitian, sekitar 1% dari total populasi dunia mengidap psikopati. Pengidap ini sulit dideteksi karena 80%-nya lebih banyak yang berkeliaran daripada yang mendekam di penjara atau di rumah sakit jiwa. Pengidapnya juga sukar disembuhkan. Dalam kasus kriminal, psikopat dikenali sebagai pembunuh, pemerkosa, pelaku kekerasan dalam rumah tangga, pelaku bunuh diri, dan koruptor. Namun, ini hanyalah 15-20% dari total jumlah psikopat. Selebihnya adalah pribadi yang berpenampilan sempurna, pandai bertutur kata, memesona, punya daya tarik luar biasa dan menyenangkan.



TEORI PENYEBAB



Berbagai teori dikemukakan oleh para peneliti untuk menjelaskan kemungkinan penyebab kepribadian psikopat. Di antaranya teori kelainan struktural otak seperti penurunan intensitas bagian otak di daerah prefrontal grey matter dan penurunan volume otak di bagian posterior hippocampal dan peningkatan intensitas otak bagian callosal white matter. Teori lain adalah gangguan metabolisme serotonin, gangguan fungsi otak dan genetik yang diduga ikut menciptakan karakter monster seorang psikopat.





Mungkin saja tidak ditemukan kerusakan otak pada seorang yang menunjukkan gejala psikopatik, melainkan terdapat anomali dalam caranya memproses informasi. Hal ini pernah dibuktikan dalam penelitian menggunakan MRI melalui pengenalan gambar-gambar kasus bunuh diri yang tidak menyeramkan. Pada orang nonpsikopat terlihat banyak sekali aktivasi di amigdala (suatu area di otak), sedangkan pada psikopat tidak tampak perbedaan sama sekali. Peningkatan aktivitas otak psikopat terjadi di area lain pada otak yaitu area ekstra-limbik. Tampaknya psikopat menganalisis materi emosional di area otak tersebut.





Tidak mudah mendiagnosis psikopat. Namun, ada tiga ciri utama yang biasanya melekat pada seorang psikopat, yakni egosentris, tidak punya empati, dan tidak pernah menyesal. Lebih jauh, ada sepuluh karakter spesifik psikopat. Di antaranya, tidak memiliki empati, emosi dangkal, manipulatif, pembohong, egosentris, pintar bicara, toleransi yang rendah pada rasa frustrasi, membangun relasi yang singkat dan episodik, gaya hidup parasitik, dan melanggar norma sosial yang persisten.





DETEKSI DINI



Selain ada anomali di otak, faktor genetik dan lingkungan juga berperan besar melahirkan karakter psikopat. Ciri psikopat sebenarnya bisa dideteksi sejak kanak-kanak melalui berbagai perilaku yang tidak biasa. Perilaku antisosial pada anak-anak ternyata merupakan warisan genetik.





Bila faktor genetik berpengaruh, maka gangguan perilaku psikopat dapat diminimalkan sejak usia anak. Langkah awal yang mungkin dilakukan adalah melakukan deteksi dini faktor risiko dan gangguan perilaku pada anak. Karena faktor genetik adalah faktor yang diturunkan, maka faktor orangtua juga harus menjadi perhatian. Artinya, jika salah satu orangtua menunjukkan gejala psikopat, maka anak akan berpotensi mempunyai risiko yang mengalami hal yang sama. Beberapa gejala psikopat itu adalah:





1. Impulsif dan sulit mengendalikan diri. Bagi psikopat tidak ada waktu untuk menimbang baik-buruknya tindakan yang akan mereka lakukan. Mereka juga tidak peduli pada apa yang telah diperbuatnya atau memikirkan tentang masa depan. Pengidap juga mudah terpicu amarahnya akan hal-hal kecil, mudah bereaksi terhadap kekecewaan, kegagalan, kritik, dan mudah menyerang orang hanya karena hal sepele.





2. Sering berbohong, fasih dan dangkal. Psikopat sering kali pandai melucu dan pintar bicara, secara khas berusaha tampil dengan pengetahuan di bidang sosiologi, psikiatri, kedokteran, psikologi, filsafat, puisi, sastra, dan lain-lain. Sering kali pandai mengarang cerita yang membuatnya positif, dan bila ketahuan berbohong mereka tak peduli dan akan menutupinya dengan mengarang kebohongan lainnya dan mengolahnya seakan-akan itu fakta.





3. Manipulatif dan curang. Psikopat juga sering menunjukkan emosi dramatis walaupun sebenarnya mereka tidak sungguh-sungguh. Mereka juga tidak memiliki respons fisiologis yang secara normal diasosiasikan dengan rasa takut seperti tangan berkeringat, jantung berdebar, mulut kering, tegang, gemetar. Karena itu psikopat sering kali disebut dengan istilah "dingin".





4. Egosentris dan menganggap dirinya hebat.





5. Tidak punya rasa sesal, rasa berdosa, dan rasa bersalah. Meski kadang psikopat mengakui perbuatannya, ia sangat meremehkan atau menyangkal akibat tindakannya dan tidak memiliki alasan untuk peduli.





6. Senang melakukan pelanggaran dan bermasalah perilaku di masa kecil.





7. Kurang empati. Bagi psikopat, memotong kepala ayam dan memotong kepala orang, tidak ada bedanya.





8. Psikopat juga teguh dalam bertindak agresif, menantang nyali dan perkelahian, jam tidur larut dan sering keluar rumah.





9. Tidak mampu bertanggung jawab dan melakukan hal-hal demi kesenangan belaka.





10. Tidak bertanggung jawab atas kewajiban.





11. Tidak bertanggung jawab atas tindakan sendiri.





12. Hidup sebagai parasit karena memanfaatkan orang lain untuk kesenangan dan kepuasan dirinya.





13. Sikap antisosial di usia dewasa.





14. Persuasif dan memesona di permukaan.





15. Butuh stimulasi atau gampang bosan. .





16. Emosi dangkal.





17. Buruknya pengendalian perilaku.





18. Longgarnya perilaku seksual.





19. Masalah perilaku dini (sebelum usia 13 tahun).





20. Tidak punya tujuan jangka panjang yang realistis.





21. Pernikahan jangka pendek yang berulang.





22. Terlibat kenakalan di masa remaja.





23. Melanggar norma.





24. Terlibat keragaman kriminal.





Memang, diagnosis gejala psikopat pada anak sampai saat ini masih sangat sulit ditegakkan karena belum ada alat diagnosis yang dapat digunakan. Namun, pengamatan terhadap anak-anak dalam rentang usia 6–13 tahun bisa mulai dilakukan, sebab beberapa penyimpangan perilaku pada mereka harus diketahui dan dikenali orangtua sejak dini. Beberapa faktor risiko yang harus dicermati, adalah sebagai berikut:



1. Sering berbohong. Jika ketahuan berbohong, ia tak peduli dan akan menutupinya dengan mengarang kebohongan lainnya dan mengolahnya seakan-akan itu fakta.





2. Impulsif dan sulit mengendalikan diri; emosi tinggi, tantrum, dan agresif. Mudah terpicu amarahnya oleh hal-hal kecil, mudah bereaksi terhadap kekecewaan, kegagalan, kritik, dan mudah menyerang orang hanya karena hal sepele.





3. Tidak memiliki respons fisiologis yang normal seperti rasa takut yang ditandai tangan berkeringat, jantung berdebar, mulut kering, tegang, gemetar bila melakukan kesalahan yang besar dan fatal.



4. Emosi dangkal; saat sedih dan gembira ekspresinya tidak terlalu kelihatan.



5. Tidak punya rasa sesal dan rasa bersalah, sering menyangkal akibat tindakannya dan tidak memiliki alasan untuk peduli.





6. Senang melakukan pelanggaran dan peraturan keluarga atau sekolah.





7. Kurang empati terhadap perasaan keluarga dan teman sepermainan.



8. Agresif, menantang nyali dan perkelahian, jam tidur larut dan sering keluar rumah.





PENCEGAHAN DINI



Mengingat faktor penyebab psikopat masih belum terungkap jelas, maka penanganan yang dilakukan memang tidak bisa optimal. Pengobatan dan rehabilitasi psikopat saat ini baru dalam tahap kompleksitas pemahaman gejala. Terapi yang paling mungkin adalah tanpa obat seperti konseling. Namun melihat kompleksitas masalahnya, terapi psikopat bisa dikatakan sulit bahkan tidak mungkin. Seorang psikopat tidak merasa ada yang salah dengan dirinya sehingga memintanya datang teratur untuk terapi adalah hal yang mustahil. Yang bisa dilakukan manusia adalah menghindari orang-orang psikopat, memberikan terapi pada korbannya, mencegah timbul korban lebih banyak dan mencegah psikopat agar tidak menjadi pelaku kriminal.



Beberapa penelitian menyebutkan faktor lingkungan juga sangat berpengaruh. Lingkungan tersebut bisa berupa fisik, biologis, dan sosial. Faktor lingkungan fisik dan sosial yang berisiko mengembangkan seorang psikopat menjadi kriminal adalah tekanan ekonomi yang buruk, perlakuan kasar dan keras sejak usia anak, penelantaran anak, perceraian orangtua, kesibukan orangtua, faktor pemberian nutrisi tertentu, dan kehidupan keluarga yang tidak mematuhi etika hukum, agama dan sosial. Lingkungan yang berisiko lainnya adalah hidup di tengah masyarakat yang dekat dengan perbuatan kriminal seperti pembunuhan, penyiksaan, kekerasan, dan lain sebagainya.





Sedangkan lingkungan biologis yang berpengaruh terhadap tindak kriminal yang saat ini banyak diteliti adalah pola makan. Penelitian yang dilakukan Peter C., dan kawan-kawan pada 1997 mendapatkan hasil yang cukup mengejutkan. Ternyata terdapat kaitan antara diet, alergi makanan, intoleransi makanan dan perilaku kriminal di usia muda. Hal ini akan menjadi informasi dan fakta ilmiah yang menarik dan sangat penting. Meskipun demikian masih belum dapat dijelaskan mengapa beberapa faktor tersebut berkaitan. Yang jelas, terdapat beberapa faktor risiko untuk terjadi tindak kekerasan dan kriminal yang berawal dari agresivitas, emosi, impulsivitas, hiperaktivitas, gangguan tidur, dan sebagainya. Ternyata banyak faktor risiko tersebut juga terjadi pada penderita alergi dan intoleransi makanan. Belakangan terungkap bahwa alergi menimbulkan komplikasi yang cukup berbahaya, karena alergi dapat mengganggu semua organ atau sistem tubuh kita termasuk gangguan fungsi otak.





Akibat gangguan fungsi otak itulah maka timbul gangguan perkembangan dan perilaku pada anak seperti gangguan konsentrasi, gangguan emosi, gangguan tidur, impulsivitas, hingga memperberat gejala autisma dan ADHD (Attention Deficit and Hyperactivity Disorder). Penelitan lanjutan dari riset ini sangat dibutuhkan dan akan menjadi sangat penting, khususnya bagi penderita psikopat yang berisiko menjadi pelaku kriminal.



Seandainya pada anak terdapat faktor genetik dan terdapat beberapa perilaku tersebut, orangtua harus waspada. Karena itu, yang paling penting adalah lingkungan keluarga yang sehat dan harmonis. Sebaliknya, keluarga yang dibangun penuh kekerasan, anak yang ditolak orangtuanya dan diperlakukan kejam adalah lingkungan yang memicu terbentuknya seorang "monster manusia" atau psikopat lainnya. Meskipun hanya sebagian kecil saja kelompok psikopat yang berurusan dengan kriminalitas, tetapi tetap saja mereka merupakan racun dan sampah masyarakat.





Jika deteksi dini gangguan perilaku dilakukan dengan baik, ditunjang kehidupan keluarga yang baik dan harmonis maka idealnya seorang psikopat tidak akan berubah menjadi pelaku kriminal. Hal ini sangat penting diupayakan agar tak sampai mengakibatkan kehidupan yang kelam bagi masa depan anak. Ingat, faktor genetik, gangguan fungsi otak, dan lingkungan dapat saling memengaruhi. 

Rabu, 30 Juni 2010

Anak Paham mengenai Halal ? harus donk...

Anggapan bahwa pendidikan baru bisa dimulai ketika/setelah anak berada pada usia sekolah, tidaklah tepat. Banyak perbedaan pendapat tentang kapan pendidikan harus diberikan. Bisa sejak masih kecil, semenjak bayi, ketika dalam kandungan, bahkan pada saat konsepsi. Akan tetapi patut diyakini, bahwa perkembangan kapasitas intelektual anak sudah terjadi pada saat bayi dalam kandungan.

Para ahli neurologi berpendapat, bahwa selama 9 bulan dalam kandungan, paling tidak setiap menit dalam pertumbuhan otak diproduksi 250.000 sel otak. Sehingga selama usia 8 bulan dalam kandungan, diperkirakan bayi memiliki biliunan sel syaraf dalam otaknya. Sel-sel otak ini dibentuk berdasarkan stimulasi dari luar otak. Stimulasi yang diberikan akan membentuk sel-sel otak sehingga otak dapat berkembang optimal.

Anak menyerap semua rangsangan yang diberikan oleh lingkungannya (orang tuanya). Dan ternyata, awal kehidupan anak merupakan saat yang paling penting. Pasalnya, pada saat itu kapasitas intelektual anak berkembang sangat pesat. Otak anak mampu menampung informasi dengan kecepatan yang mengagumkan. Menjelang usia empat tahun, lima puluh persen kapasitas intelektual anak sudah terbentuk. Ini berarti, jika pada usia tersebut anak mendapatkan rangsangan yang maksimal, maka potensi otak anak akan berkembang secara maksimal. Oleh karena itu, pada masa-masa ini jangan sampai terlewati, orang tua harus senantiasa memberikan pendidikan sebaik-baiknya, karena stimulasi yang diberikan pada masa kritis ini akan terekam dan terbawa sepanjang kehidupan anak.

Masa kritis ini hanya terjadi sekali dan tidak pernah terulang lagi. Oleh karena itu, bagi ibu yang sedang mengandung, selain harus memberikan stimulasi juga memerlukan nutrisi yang baik bagi kesehatan dirinya dan bayi yang dikandungnya. Nutrisi yang baik tentu harus memiliki kandungan gizi yang cukup sehingga dapat membantu perkembangan sel otak janin agar bayi memiliki tingkat potensi kecerdasan yang tinggi dan terlahir sehat nantinya. Nutrisi yang baik haruslah juga menuntut kehalalan produk suatu makanan yang dikonsumsi oleh ibu hamil. Kebiasaan mengkonsumsi makanan halal pada saat ibu mengandung merupakan sebuah pendidikan bagi anak yang dikandungnya. Sehingga anak menjadi terbiasa menerima sesuatu yang baik dan benar dari kehalalan asupan makanan.

Tentu semua orang tua mendambakan anaknya tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang cerdas, berprestasi dan bermoral. Anak yang cerdas belum tentu tumbuh dan berkembang menjadi anak yang berprestasi, dan anak yang cerdas dan berprestasi belum tentu tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang bermoral jika tidak dididik dengan baik dan benar. Maka, hendaklah para orang tua untuk tidak melerwakan masa ini, berikan pengasuhan dan pendidikan sebaik-baiknya kepada anak-anak. Pendidikan amatlah penting, dan pendidikan pembiasaan harus dikembangkan sejak usia dini. Kenalkan anak pada hal-hal yang baik. Pembiasaan akan membentuk moral anak untuk bisa memilah mana yang baik dan tidak baik. Dalam hal makananpun akan demikian halnya. Mana yang halal dan tidak, mana yang boleh dikonsumsi dan tidak diperbolehkan.

Anak suka memakan apa saja, untuk itulah orang tua harus memastikan bahwa makanan yang dikonsumsi anaknya haruslah mengandung asupan gizi yang dibutuhkan tubuh sehingga dapat berfungsi secara normal. Makanan tidak mesti yang mewah dan mahal, tetapi makanan itu pastikan sehat dan halal. Ajari sejak dini anak-anak untuk makan makanan yang sehat dan halal. Islam sangat menganjurkan memakan makanan yang halal dan baik (Q.S. 5:88 dan 16:114).

Dan banyak sekali ayat al-Quran yang menjelaskan tentang makanan dan jenisnya yang dibolehkan dan yang tidak. Oleh karena itu, perkenalkan anak sejak dini pada produk-produk makanan yang halal, baik dan boleh dimakan. Meski anak belum bisa membaca, perlihatkan label halal yang ada di setiap kemasan makanan yang dibeli. Biasakan untuk menunjukkannya ketika memilih makanan di supermarket, di toko, atau ketika di dapur, sehingga anak familiar dengan gambar atau label halal yang tertera di kemasannya. Biarkan hal ini menjadi moral/budaya bagi anak pada saat memilih dan membeli makanan, bahwa yang baik di makan adalah yang berlabel halal.

Upaya sosialisasi produk halal ini bisa juga diberikan pada saat anak sudah mulai sekolah. Sangat baik kiranya bila di Taman Kanak-Kanak (TK), RA (Raudlatul Athfal), di Kelompok Bermain (KB), di Tempat Penitipan Anak (TPA), di Posyandu (sekarang ada Pos PAUD) dan juga di Bina Keluarga Balita (BKB) untuk memasukkan menu pembelajaran mengenai produk makanan yang halal, sehingga ada kesinambungan antara pendidikan di rumah dengan pendidikan di sekolah. Pos PAUD dan BKB yang merupakan pembinaan tumbuh kembang balita dapat dijadikan tempat untuk mengawali sosialisasi ke-halal-an makanan kepada anak-anak.

Sebaiknya, para orang tua wali murid juga mendapatkan informasi produk halal, sehingga budaya memilih makanan yang halal tidak hanya dipunyai oleh anak-anak, tetapi agar dirumah nantinya para orang tua juga harus memiliki budaya mengkonsumsi makanan halal tersebut dan memberlakukannya pada anak-anaknya. Meskipun mengenalkan dan membudayakan produk halal ini tidak bisa spontan dan serta-merta sifatnya, karena terlanjur budaya di lingkungan kita untuk membeli dan mengkonsumsi apa saja tanpa melihat label halal yang tercantum pada produk. Pembiasaan mengonsumsi makanan yang halal akan lebih mudah dilakukan bila dimulai dari saat anak berada pada usia dini.

Sosialisasi halal untuk anak usia dini dapat dilakukan dengan mengenalkan makanan dan minuman yang halal dan yang haram untuk dikonsumsi melalui cerita yang menarik. Banyak buku yang beredar di toko buku mengenai pendidikan halal untuk anak yang dikemas dengan cerita yang menarik yang dapat dijadikan pegangan oleh orang tua untuk mengajarkan makanan halal kepada anak.

Diposkan oleh MEDIS HERBALIS

Kamis, 24 Juni 2010

MINHAJUL HAYAH

Segala puji milik Alloh swt, Rob alam semesta yang telah menciptakan segalanya untuk manusia, tak lupa pula sholawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada Nabi Muhammad saw, para sahabatnya dan pengikutnya yang setia sampai hari kiamat.
Alloh telah menciptakan kehidupan ini dan Alloh jualah yang mengatur segalanya, maka manusia akan goncang dan tidak seimbang jika dia tidak mengikuti aturan Alloh yaitu islam, karena Alloh sajalah yang mengetahui segala permasalahan yang akan di hadapi oleh manusia, oleh karena itu Alloh menurunkan kitab-kitabnya untuk di jadikan sebagai rujukan dari segala permasalahan yang ada, supaya manusia itu seimbang, tenang dan bahagia.
Dan Alloh juga telah memberikan petunjuk sebagai pedoman dalam kehidupan manusia ini. Pedoman tersebut telah di perinci oleh Alloh sendiri, maka “Minhajul Hayah (Tuntunan Hidup)” adalah hasil dari pendalaman Alqur’an yang paling mendasar. Maka perincin dari Minhajul hayah adalah sebagai berikut :

I. Minhajul Hayah yang pertama adalah Tujuan Hidup

Minhajul hayah yang pertama adalah tujuan hidup. Supaya manusia itu terarah, maka ia harus mempunyai tujuan hidup, Tujuan Hidup manusia adalah Keridhoan Alloh, sebagaimana Aloh katakan didalam Alqur’an surat Al-baqoroh (2) ayat 207, yaitu :

207. dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya.

Pada ayat tersebut, Alloh katakan bahwa ada segolongan manusia yang mengorbankan dirinya demi mencari keridhoan Alloh, dan ternyata golongan itu adalah golongan yang sedikit, sebagaimana Alloh katakan di dalam Alqur’an surat Yusuf (12) ayat 103, yaitu :

103. dan sebahagian besar manusia tidak akan beriman - walaupun kamu sangat menginginkannya-.

Kenapa tujuan hidup kita adalah keridhoan Alloh?, karena segala sesuatu itu tergantung hanya kepada Alloh, sebagaimana Alloh katakan di dalam Alqur’an surat Al-Ikhlash (112) ayat 1 & 2, yaitu :

1. Katakanlah: "Dia-lah Allah, yang Esa.
2. Allah adalah tempat bergantung segala sesuatu

Dan kalau kita ingin mendapatkan keridhoan Alloh, maka kita harus tahu siapakah orang yang di ridhoi Alloh tersebut?, ternyata yang di ridhoi oleh Alloh adalah oarng yang menjadikan islam sebagai din atau aturan hidup. Sebagaimana Alloh katakan di dalam Alqur’an surat Al-Maidah (5) ayat 3, yaitu :

3 Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu dinmu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu Jadi din bagimu.

Sebaliknya, jika ada orang yang dinnya atau aturan hidunya bukan islam, maka ia ia tidak di ridhoi atau tidak di terima oleh Alloh dan termasuk orang rugi yang akan masuk neraka, sebagaiman Alloh katakan di dalam Alqur’an surat Ali-Imron (3) ayat 85 yaitu :

85. Barangsiapa mencari din selain Islam, Maka sekali-kali tidaklah akan diterima dari padanya, dan Dia di akhirat Termasuk orang-orang yang rugi.

Bukan hanya itu, orang yang din atau aturan hidupnya bukan islam, maka ia bukan orang islam, walaupun pengakuannya atau KTP-nya islam, sekalipun diakui oleh dunia internasional bahwa ia adalah orang islam, maka ia tetap bukan orang islam karena itulah ketetapan Alloh.
Kesimpulannya, bahwa orang itu akan sampai kepada tujuannya yaitu keridhoan Alloh, jika din atau aturan hidupnya adalah islam. Tetapi jika dinnya atau aturan hidupnya bukan islam, maka ia tidak akan pernah sampai kepada tujuannya atau tidak akan pernah mendapatkan keridhoan Alloh dan justru akan mendapat murka Alloh swt.

II. Minhajul Hayah yang kedua adalah Pedoman Hidup

Manusia juga harus mempunyai pedoman hidup untuk mendapatkan ridho yang maha kuasa yaitu Alloh, karena kalau tidak maka tujuan hidupnya tidak akan tercapai. Dan pedoman hidup manusia adalah Alqur’an, sebagaimana Alloh katakan di dalam Alqur’an surat Al-jastiyah (45) ayat 20, yaitu :

Al Quran ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini.


Kenapa pedoman hidup manusia adalah Alqur’an ?, karena Alqur’an itu menjelaskan segala sesuatu atau segala permasalahan yang ada di muka bumi ini. Alloh berkata di dalam Alqur’an surat An-Nahl (16) ayat 89, yaitu :

(Dan ingatlah) akan hari (ketika) Kami bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri dan Kami datangkan kamu (Muhammad) menjadi saksi atas seluruh umat manusia. Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.


Alqur’an juga sebagai barometer atau penguji atau dengan kata lain tolak ukur dari kitab-kitab yang lain seperti kitab zabur, taurot, injil, termasuk kitab-kitab hadist yang di susun oleh para ulama. Alloh berkata di dalam Alqur’an surat Al-Maidah (5) ayat 48, yaitu :

Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu,

Diantara nama lain dari Alqur’an adalah Al-furqon. Al-furqon berarti sesuatu untuk menentukan mana yang benar dan mana yang salah. Maka Al-qur’an adalah kitab untuk menetukan mana yang benar dan mana yang salah, sebagaimana Alloh berkata di dalam Alqur’an surat Al-Furqon (25) ayat 1, yaitu :

Maha suci Allah yang telah menurunkan Al Furqaan (Al Quran) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam,

Dan jika ada seseorang yang mengikuti selain Alqur’an atau pedoman hidupnya bukan Alqur’an, maka orang itu pasti tersesat dari jalan Alloh swt, sebagaimana Alloh katakan di dalam Alqur’an surat Al-an’am (6) ayat 153, yaitu :

dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa.


Itulah Alqur’an yang harus dijadikan sebagai pedoman hidup supaya tidak tersesat. Alloh juga berkata di dalam Alqur’an surat Al-A’rof (7) ayat 3, yaitu :

Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain-Nya. Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran (daripadanya).

Pada ayat tersebut Alloh melarang bagi seluruh manusia khususnya bagi orang yang beriman untuk mengikuti selain Alqur’an, karena hanya kitabulloh yaitu Alqur’an sajalah yang Pasti benarnya, sebagaimana Alloh katakan di dalam Alqur’an surat Al-Baqoroh (2) ayat 2, yaitu :

Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,

Dan Alqur’an juga di jaga oleh Alloh dari segala campur tangan manusia, termasuk Nabi Muhammad saw, artinya Alqur’an itu benar-benar murni dari Alloh saja. Sebagaimana Alloh katakan didalam Alqur’an surat Al-Hijr (15) ayat 9, yaitu :

Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.

Kesimpulannya, bahwa siapa saja yang pedoman hidupnya adalah Alqur’an pasti dia tidak akan tersesat, sebaliknya jika ada orang yang pedomannya bukan Alqur’an pasti dia tersesat dan akan masuk neraka.

III. Minhajul Hayah yang ketiga adalah Prinsip Hidup

Perlu di ketahui bahwa dalam kehidupan di dunia itu penuh dengan tipuan, sebagaimana Alloh katakan di dalam Alqur’an surat Ali-Imron (3) ayat 185, yaitu :

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.

Oleh karena dunia itu perhiasan yang menipu, maka di perlukan adanya prinsip untuk menepis semua itu agar tidak tertipu, dan hanya Islam sajalah yang bisa menepis semua tipuan itu, maka prinsip hidup manusia adalah Islam, maksudnya adalah sesuatu yang datang dari Islam harus di terima dan sesuatu yang datang bukan dari Islam Harom untuk di terima. Alloh berkata di dalam Alqur’an surat Ali- Imron (3) ayat 85, yaitu :

siapa saja mencari din (aturan) selain Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (din itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.

Pada ayat tersebut Alloh terangkan bahwa orang yang Din atau prinsip hidupnya bukan Islam, maka ia tidak akan di terima oleh Alloh dan pasti masuk neraka.
Dan ia juga di sebut dengan kafir, dzolim atau fasik, sebagaimana All0h katakan di dalam Alqur’an surat Al-Maidah (5) ayat 44, 45 dan 47, yaitu :

Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), yang dengan Kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allah, oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka, disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya. Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Siapa saja yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir.


Dan Kami telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (At Taurat) bahwasanya jiwa (dibalas) dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka luka (pun) ada qishaashnya. Barangsiapa yang melepaskan (hak qishaash)nya, maka melepaskan hak itu (menjadi) penebus dosa baginya. Siapa saja tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim.
<<

Dan hendaklah orang-orang pengikut Injil, memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah didalamnya. Siapa saja tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik.

Apabila ada orang yang berdin Islamnya setengah-setengah atau berprinsip kepada Islamnya setengah-setengah atau bahkan ada satu hal saja dia tidak mau kembali kepada Islam, maka ia adalah Murtad, sebagaimana Alloh katakan di dalam Alqur’an surat Muhammad (47) ayat 25-26, yaitu :

Sesungguhnya orang-orang yang kembali ke belakang (kepada kekafiran) sesudah petunjuk itu jelas bagi mereka, syaitan telah menjadikan mereka mudah (berbuat dosa) dan memanjangkan angan-angan mereka.


Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka (orang-orang munafik) itu berkata kepada orang-orang yang benci kepada apa yang diturunkan Allah: "Kami akan mematuhi kamu dalam beberapa urusan", sedang Allah mengetahui rahasia mereka.

Dan balasan bagi orang yang berprinsip kepada Islamnya setengah-setengah atau tidak sempurna adalah kehinaan di dunia dan neraka di akhirat, sebagaimana Alloh katakan di dalam Alqur’an surat Al-Baqoroh (2) ayat 85, yaitu :

Kemudian kamu (Bani Israil) membunuh dirimu (saudaramu sebangsa) dan mengusir segolongan daripada kamu dari kampung halamannya, kamu bantu membantu terhadap mereka dengan membuat dosa dan permusuhan; tetapi jika mereka datang kepadamu sebagai tawanan, kamu tebus mereka, padahal mengusir mereka itu (juga) terlarang bagimu. Apakah kamu beriman kepada sebahagian Al Kitab dan ingkar terhadap sebahagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Dan Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat.


kesimpulannya, prinsip hidup adalah islam, kalau prinsip hidupnya bukan islam, maka dia tidak akan di terima oleh Alloh dan akan menjadi orang yang rugi.

IV. Minhajul Hayah yang ke empat adalah Contoh Hidup

Di dalam melaksanakan apa yang telah di perintahkan oleh Alloh itu memerlukan contoh, maka Alloh telah menunjuk kepada para Nabi, khususnya Nabi Muhammad saw sebagai contoh hidup, sebagaimana Alloh katakana di dalam Alqur’an surat Ali-Imron (3) ayat 31, yaitu :

Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu". Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Dikatakan pada ayat tersebut, bahwa siapa saja yang mencintai Alloh, maka ia wajib untuk mengikuti Rosululloh, juga pada ayat lain (Qs.33:21), yaitu :

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.


Dan bagi siapa saja yang ingin bertemu dengan Alloh serta rindu terhadap kebahagiaan akhirat, maka ia harus mengikuti Rosululloh.

Timbul satu pertanyaan yang menggema di hati manusia, kenapa Rosululloh Muhammad yang di jadikan sebagai contoh hidup ???, pertanyaan ini di jawab oleh Alloh sendiri yaitu karena Rosululloh mempunyai akhlak yang mulia, sebagaimana Alloh katakan di dalam Alqur’an surat Al-Qolam (68) ayat 4, yaitu :


Dan sesungguhnya kamu benar-benar berakhlak yang agung.

Kesimpulannya, contoh hidup kita adalah Rosululloh, dan siapa saja yang tidak mencontoh perilaku Nabi, maka ia tidak cinta Alloh dan tidak berharap bertemu dengan Alloh, juga tidak mengharapkan kebahagiaan akhirat.

V. Minhajul hayah yang ke lima yaitu Teman Hidup

Alloh menciptakan manusia itu bersifat social atau memerlukan teman, maka teman yang cocok bagi orang yang mengharapkan keselamatan akhirat adalah orang yang beriman, sebagaimana Alloh katakan didalam Alqur’an surat Al-Hujurot (49) ayat 10, yaitu :

hanya Orang-orang yang beriman sajalah yang bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.

Mengapa hanya orang beriman sajalah yang bisa dijadikan teman ?, karena hanya orang berimanlah yang mempunyai sifat tolong-menolong terhadap temannya, sebagaimana Alloh katakan di dalam Alqur’an surat At-taubah (9) ayat 71, yaitu :

Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma´ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.


Keuntungan mempunyai teman yang mempunyai sifat tolong-menolong adalah tidak akan rugi di akhirat atau akan selamat dari adzab Alloh, sebagaimana Alloh katakan di dalam Alqur’an surat Al-‘ashr (103) ayat 1-3, yaitu :

Demi masa.


Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,


kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

Sedangkan selain orang yang beriman atau orang yang tidak mempunyai sifat tolong-menolong akan membawa kita kepada kerugian, karena ia tidak berpegang teguh kepada dinul islam, sebagaimana Alloh katakan di dalam Alqur’an surat Ali-imron (3) ayat 85, yaitu :


Siapa saja mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.

Dan kita di perintahkan oleh Alloh untuk selalu bersama dengan orang-orang yang shodiq (benar imannya), sebagaimana Alloh katakan di dalam Alqur’an surat At-taubah (9) ayat 119, yaitu :

Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan haruslah kamu bersama orang-orang yang benar (imannya)

Kesimpulannya, bahwa siapa saja yang ingin menjadi orang yang beruntung atau mendapatkan surga, maka ia harus menjadikan orang yang beriman sebagai teman hidupnya, karena hanya dialah yang selalu nasehat-menasehati, sebaliknya jika temannya bukan orang yang beriman, maka ia akan mengajak kita kepada neraka.

VI. Minhajul hayah yang ke enam adalah Musuh hidup

Musuh hidup kita adalah syaithon, sebagaimana Alloh katakan di dalam Alqur’an surat Fathir (35) ayat 6, yaitu :


Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala

Syaithon itu adalah jin atau manusia yang selalu mengajak kepada kesesatan, sebagaimana Alloh katakan di dalam Alqur’an surat Al-an’am (6) ayat 112, yaitu :

Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jikalau Robmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan.

Janganlah kita tertipu dengan propagandanya orang-orang kafir yang hendak memadamkan cahaya Alloh, diantara propagandanya adalah dengan mendefinisikan syaithon yang berbau mistik, seperti : pocong, kuntilanak, gondoruwo, vampir, mumi, zombi, dan lain sebagainya, definisi ini sengaja mereka sebarkan di kalangan orang islam, supaya orang islam itu menjadi keliru atau tidak sesuai dengan Alqur’an, sebagaimana Alloh katakan di dalam Alqur’an surat At-taubah (9) ayat 32, yaitu :

Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai.


Padahal syithon adalah jin atau manusia yang selalu membisikkan atau mengajak kepada kesesatan, maka jika ada orang yang mengajak atau membisikkan kepada kesesatan berarti ia adalah syaithon yang harus di musuhi, Alloh berkata di dalam Alqur’an surat An-nas (114) ayat 4-6, yaitu :

yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,


dari (golongan) jin dan manusia.

kesimpulannya, musuh hidup kita adalah syithon, dan syaithon berarti jin atau manusia yang mengajak atau membisikkan kepada kesesatan

Rabu, 18 Maret 2009

TRILOGI DOKTRIN ZIONIS

Natal, Tahun baru, dan Valentine days adalah trilogi indoktrinasi kabalah (aliran sihir,okultis,dan kebatinan kuno Yahudi) dengan kedok iman Katholik. Sebuah manipulasi sejarah rekayasa fiktif biarawan Zionis untuk memberangus paham unitarianisme (tauhid) Yesus lewat infiltrasi dewan gereja dan institusi kepausan.
Ajaran Paulus menjadi doktrin yang menerangi eropa dengan kesesatan pahamnya agar yudaisme menjadi paham yang kelak mengejawantah menjadi sebuah gerakan besar yang bergerak dari agama ke negara (imperium besar).

syair raungan belantara imajiner

Aku melihat sekelompok iblis terjahatdari kerak dasar neraka yang menjelma dalam panas kota dengan mesiu.Laskar timur benua ini takkan mampu melawan iblis terjahat itu.Ia laksana Alexander the Great dipukul Dajjal Ya'juj ma'juj yang kukuh dalam tiraninya.
Aakan tetapi lihatlah!Tentara langit biru bak ababil yang menjadi raksasa perkasa, ia adalah laskar cakrawala seperti aurora yang terang benderang menerangi galaksi ketika nebula masih merupakan kabut gelap di Gaza.Rakyat Quds mendamba Salahuddin muda ketika Ksatria Templar masih berjaya di gerbang Lod,pintu masuk utama Jerussalem.
Aku melihat dalam imajiku bahwa di langit timur, kan berdiri sebuah khilafah Islam baru.Sebuah imperium besar tumbang oleh khilafah.Maka saat ini dalam jerit tangis bocah Gaza,dalam lolongan gadis yang terrampas kesuciannya,dalam raungan tabah ibu yang kehabisan akal untuk menimang bayinya.Aku melihat berhektar tanah para nabi kini ditumbuhi ghorqod dalam proyek panjang pemabangunan haikal Sulaaiman untuk menyambut tuhan messiah titisan darah Yesus yang kan menjadi kristus(tuhan)mereka,dan untuk menyambut batu2 yang kelak kan meneriakan zionis laknat itu kepada kami.ALLAHU AKBAR!!!!!